Memahami Makna CT Value dalam Tes PCR

PCR merupakan metode pengujian covid-19 yang hingga saat ini diyakini paling valid dan akurat. Selain memunculkan keterangan positif atau negatif covid-19, hasil pengujian PCR juga akan memunculkan angka CT. CT Value memiliki makna tersendiri atas infeksi virus corona yang terjadi pada seseorang. Besaran CT value bisa menggambarkan jumlah virus dalam tubuh seseorang.

Komentar

  1. ADELIA CHANEL

    ADELIA CHANEL3 jam yang lalu

    hahaha lelucon tiada Tara ,pcr hanya untuk kebutuhan lab...tapi semua orang sehat yg mau bepergian harus tunjukkan hasil tes pcr ,apa nggak modyarrr tuh lab ,bila setiap hari nya ada ratusan ribu tes pcr 😆

  2. Van Hendr

    Van Hendr11 jam yang lalu

    Dr mana kita tau dna yg dijadikan sampel itu adalah bagian dr virus c19?

  3. Andi Suardi Nasa

    Andi Suardi Nasa15 jam yang lalu

    Apakah PCR hanya dapat mendeteksi CT velue covid saja ???

  4. Hamzah80

    Hamzah802 hari yang lalu

    Tiap RS kan ctnya beda beda Misal RS 1 ct untuk negatif nya diangka 40 , trus RS 2 ct untuk negatifnya diangka 35. Nah misalnya saya pcr di RS 1 trus hasilnya positif dengan ct 35. Tetapi seandainya jika saya pcr di RS 2 dengan nilai ct 35 itu sudah dinyatakan negatif Ini gimana sih kurang mengerti saya, ada yg bisa ngejelasin?

  5. Pecinta Puisi Emha

    Pecinta Puisi Emha3 hari yang lalu

    ini mksutnya gimana??? kk lucu ya??? lha PCR ini dari dlu CT value kan tidak bsia tentukan pasien terinveksi virus jenis apa?? 😀 mana bisa CT Value dipakai memastikan ini virus koped,virus HIV, atau virus lain...😀😀😀

  6. suraz surazka

    suraz surazka5 hari yang lalu

    CT value seperti di jelaskan menggambarkan jumlah virus berbanding terbalik, pertanyaan nya apakah semua virus yang sudah teridentifikasi itu virus c19, bisakah virus yg lain, bisa jadi kan

  7. madhani89 Channel

    madhani89 Channel5 hari yang lalu

    FAKTA TENTANG RT-PCR mbakyutube.com/e23-rahasia-dibalik-pcr-test/ Selamat menyaksikan pendapat lain :) #salampeoplepower

  8. madhani89 Channel

    madhani89 Channel2 hari yang lalu

    @Milky Way mantap bro respect

  9. Milky Way

    Milky Way3 hari yang lalu

    *COVID-19 PCR-test (bhs.inggris) www.brighteon.com/8afc3f0b-5655-456b-8c93-90968d07883d (disitu tertulis sumber link jurnal http:/doi..., cek sendiri ya..) *Kary Mullis -The full interview (Penemu PCR) (bhs.inggris) www.brighteon.com/c84f1674-4237-4870-b891-dd62ab33d74b *KARY MULLIS INTERVIEW (DISMANTLES THE AIDS MYTHS AND THE BOGUS MEDICAL ESTABLISHMENT) (bhs.inggris) www.brighteon.com/4d9cc4dc-08d2-43f0-b3e2-63605cb86f8d Video diatas gak akan mungkin ketemu di YT. disensor. Sekarang bukan saatnya kita buta sama sekali. Kita harus cari,riset,cek semua berita/pendidikan bahkan kotbah sekalipun, harus di cek kebenaran & lihat motif di belakakngnya. ~Critical-minded

  10. Andreas Raynaldi

    Andreas Raynaldi5 hari yang lalu

    Ini hanya perkara tentang uang Mana ada tes PCR yang murah? 🤣

  11. Anang

    Anang6 hari yang lalu

    Entah mengapa PCR bikin stres,,,,, sudah isoman tp PCR positif. Padahal badan sudah sehat.

  12. Milky Way

    Milky Way2 hari yang lalu

    Pingin tau PCR yg sebenarnya & kelemahannya ? Tanya langsung sama yg buat. Lha pepaya & air putih di PCR aja bisa positif palagi air liur yg isinya bakteri/polusi/dna kita/dll. *COVID-19 PCR-test (bhs.inggris) www.brighteon.com/8afc3f0b-5655-456b-8c93-90968d07883d (disitu tertulis sumber link jurnal http:/doi..., cek sendiri ya..) *Kary Mullis -The full interview (Penemu PCR) (bhs.inggris) www.brighteon.com/c84f1674-4237-4870-b891-dd62ab33d74b *KARY MULLIS INTERVIEW (DISMANTLES THE AIDS MYTHS AND THE BOGUS MEDICAL ESTABLISHMENT) (bhs.inggris) www.brighteon.com/4d9cc4dc-08d2-43f0-b3e2-63605cb86f8d Video diatas gak akan mungkin ketemu di YT. disensor. Skrg bukan saatnya kita buta sama sekali. Kita harus cari,riset,cek semua berita/pendidikan bahkan kotbah sekalipun, harus di cek kebenaran & lihat motif di belakakngnya. ~Critical-minded

  13. Anang

    Anang4 hari yang lalu

    @Hendy Iwan okey, terima kasih infonya.

  14. Hendy Iwan

    Hendy Iwan4 hari yang lalu

    Sama kok kasusnya kyk saya .. karena bangkai virusnya masih ada di dalem mas .. nah kalo mw kluarin ny dgn cara jemur jam 10 ++ utk dapetin ultraviolet b yang ngebakar makanan vitamin d yg kita makan kyk telur, kacang"an dll dan ngehasilin vitamin d dalam tubuh .. sampai kringetan ya mas sambil gerak .. 15-20mnt perhari aja ckup ..

  15. Audrey Plagmeijer

    Audrey Plagmeijer6 hari yang lalu

    Pengalaman pribadi saya seminggu yg lalu. Kami dari Belanda sudah pcr test hasil negatif. Begitu karantina di hotel, hari pertama test juga negatif. Kami dikirung di kamar hotel selama 8hr tanpa bisa kemana2. Hari 7 kami pcr test lg dan betapa kagetnya hasil test anak saya umur 6th positif..pdhal dia tdk ada tanda2 sakit. Tiap hari dikamar malah jungkir balik, lari2, teriak2 dikamar sama adik nya. Dan mereka langsung mengabarkan utk hotel isolasi 10,5jt. Pdhal hotel karantina saja kami sudah bayar 15jt. Dan saya ngeyel minta test tandingan. Saya pilih lab besar di rs siloam sby dgn membayar 1,4ht. Test di lap dari hotel cuma bilang positif tanpa hasio CT. Dan hasio test di rs siloam menunjuk kan hasil negatif. Hati2 teman2 dlm memilih test pcr..byk org memanfaatkan situasi corona saat uni untuk cari duit

  16. Lanang Abizar

    Lanang Abizar6 hari yang lalu

    LNKz Z

  17. yuk saka

    yuk saka7 hari yang lalu

    terus dari cek hidung ama tenggorokan, kok bisa ya CT value beda2 pastinya, ada banyak ada dikit darimana y taunya?kaya ngambil 1 jeruk di karung, trus tau di karung isi nya banyak jeruk

  18. Milky Way

    Milky Way2 hari yang lalu

    Dari searching, tiap merek beda2 ct nya, patokan kopian data rna (genetik) nya juga beda2. Karna ada berapa gnome sequence nya (menurut univ. di US lupa namanya), mungkin tiap negara beda2 gnome seq nya. Virus ini bnyk yg gak jelas, alat tes gak jelas, vaksin jg gak jelas...penuh kabut. Dan meragukan...

  19. Milky Way

    Milky Way2 hari yang lalu

    Karna itu PCR itu oleh penemu nya bilang "bukan alat diagnosa" tapi hanya untuk alat bantu riset apakah ada makluk baru (bakteri/virus/dll) dalam suatu sampel. Krna gak bisa tau banyak/sedikit, lemah(sekarat)/mati/bangkai/aktif suatu makluk baru itu, supaya dilihat di mikroskop lebih detail. Saat ini tak ada 1 dokter/lab yg pernah lihat itu virus kofit yg hidup (lagi berenang2). Yg ada cgi/grafik. *COVID-19 PCR-test (bhs.inggris) www.brighteon.com/8afc3f0b-5655-456b-8c93-90968d07883d (disitu tertulis sumber link jurnal http:/doi..., cek sendiri ya..) *Kary Mullis -The full interview (Penemu PCR) (bhs.inggris) www.brighteon.com/c84f1674-4237-4870-b891-dd62ab33d74b *KARY MULLIS INTERVIEW (DISMANTLES THE AIDS MYTHS AND THE BOGUS MEDICAL ESTABLISHMENT) (bhs.inggris) www.brighteon.com/4d9cc4dc-08d2-43f0-b3e2-63605cb86f8d Video diatas gak akan mungkin ketemu di YT. disensor. Skrg bukan saatnya kita buta sama sekali. Kita harus cari,riset,cek semua berita/pendidikan bahkan kotbah sekalipun, harus di cek kebenaran & lihat motif di belakakngnya. ~Critical-minded

  20. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya2 hari yang lalu

    @yuk saka ada yg bilang katanya rapid antigen itu batas CTnya cuma 35. jadi di atas 35 dianggap negative. kemungkinan pas kamu dites, CT di atas 35. tapi kalo aku pribadi dari awal emang ga terlalu percaya sama alat rapid, bukan cuma buat antigen covid ini. dari alat tes gula darah, kolesterol, dll, kan ada versi cepatnya kan, tapi yg lebih akurat tetep kalo ambil darah terus dicek di lab.

  21. yuk saka

    yuk saka2 hari yang lalu

    @Okta Krisaditya swab dan pcr di tempat yg sama, kemudian swab lagi di tempat yang berbeda kak. jadi 1 tempat di swab antigent negatif, tapi di PCR positif, kemudian ke RS lain di swan antigent negatif tapi ga PCR

  22. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya5 hari yang lalu

    @yuk saka mungkin sih. salah satu penyebab kesalahan tes adalah pengambilan sample yg kurang baik. bisa yg nempel dikit, bisa ngoreknya kurang dalam. BTW itu 3 kali swab di tempat yg sama?

  23. Afif Al Dillah

    Afif Al Dillah7 hari yang lalu

    Emang keliatan virusnya? Gue sih enggak yakin dokter bisa menunjukkan virusnya secara langsung 🙈😂

  24. Dani Batak

    Dani Batak7 hari yang lalu

    Dislike dan laporkan..beress

  25. Saydah plgg

    Saydah plgg7 hari yang lalu

    Bisnis haram

  26. Jenni Sanjaya

    Jenni Sanjaya7 hari yang lalu

    Semua fakta yang ada di video bossdarling akan terbuka dengan sendirinya...

  27. evan bagus

    evan bagus7 hari yang lalu

    Yang jadi permasalahan saat ini banyak perusahaan masih berpatokan pada CT value untuk evaluasi atau kesembuhan pada karyawanya yang terpapar covid. Walaupun gejala ringan atau bahkan otg tetap pak ct value. Contoh kasus d tnpat kerja saya. Sy sdh isolasi d safe house selama 10 hari. Dan kondisi saya sudah sangat fit. Tpi waktu pcr ct saya 33 dan cut off rs yg menangani 35. Ahirnya sy msh d nyatakan positif dan harus tambah isolasi 7 hari di safe house. Covid nya sembuh stress nya yang daten,Bahkan ada yang salpai 21 hari belum juga negatif padahal ct34 ,Sedangkan aturan who dan kemenkes sudah jelas. Jika 10 hari bebas gejala dan penambahan 3 hari dengan gejala pasien sudah bisa di katakan sembuh tanpa harus tes ulang. Mohon di ulas lagi dong metro tv. Aturan mana yang harus di pedomani. Aturan who dan kemenkes ato perusahaan. Agar semua perusahaan bisa menerapkan aturan yang seragam dengan who

  28. Anang

    Anang6 hari yang lalu

    Persis seperti saya. PCR positif. Tp badan udah sehat.isoman dr tgl 5 Juli, PCR tgl 19.

  29. Black Hole

    Black Hole7 hari yang lalu

    Anehnya penemu nya sendiri yaitu dr.karry mullis mengatakan alat nya bukan untuk mendeteksi virus

  30. Black Hole

    Black Hole7 hari yang lalu

    @desmiyanti sri iya aneh, pcr bukan alat untuk melihat virus skrng mlh di jadikan acuan untuk memvonis orang kena virus

  31. desmiyanti sri

    desmiyanti sri7 hari yang lalu

    Kok aneh? Penemu bahan kimia untuk kemoterapi kanker malah yg buat bom biologis yg dibuat ilmuwan jerman saat perang dunia 1. Yaitu gas mustard. Saat perang dunia II barulah ilmuwan menyadari kalau gas mustard untuk bom biologis bisa dikembangkan jd bahan untuk metode terapi kanker baru. Lahirlah kemoterapi

  32. random mt

    random mt7 hari yang lalu

    apapun ttg covid dislike

  33. Eka Abs

    Eka Abs7 hari yang lalu

    CT: "The Bomb has been defused" Tero: "The Bomb has been planted"

  34. Dhamar Kun

    Dhamar Kun7 hari yang lalu

    fire the hall

  35. Di Mun

    Di Mun7 hari yang lalu

    CS

  36. Dhamar Kun

    Dhamar Kun7 hari yang lalu

    point blank

  37. Rochmat Susanto,M.A.

    Rochmat Susanto,M.A.7 hari yang lalu

    Almarhum Dr.karry Muklis sang penemu PCR akan menangis melihat alatnya dipakai untuk memvonis orang positif covid19.. "Sejatinya PCR tidak untuk mendeteksi virus" Dr.karry Mullis

  38. Inven Mr

    Inven Mr4 hari yang lalu

    @Indra Rika udah dibaca bener2? hanya karena rekomendasi WHO tes pcr bisa dijadikan untuk menyatakan covid bukan karena kemampuan alatnya. orang microbiology pasti lebih faham.

  39. Indra Rika

    Indra Rika4 hari yang lalu

    Bego di piara emang bakal jadi pinter? tirto.id/benarkah-tes-pcr-tak-dapat-deteksi-virus-gg8j

  40. Inven Mr

    Inven Mr7 hari yang lalu

    @desmiyanti sri ok saya bisa terima pendapatnya....tapi dalam analisa itu perlu CRM, ada gk acuannya... seperti penggunaan antigen untuk covid ternyata karena dalih penggunaan darurat, tidak menunjukan hasil yg sebenarnya

  41. desmiyanti sri

    desmiyanti sri7 hari yang lalu

    Gas mustard itu awalnya diciptakan untuk bom biologis oleh ilmuwan jerman pada PD I . Baru saat PD II ilmuwan menyadari bahan ini bisa dipakai untuk terapi kanker baru yaitu kemoterapi. Apa penemu gas mustard Fritz haber menangis?

  42. Inven Mr

    Inven Mr7 hari yang lalu

    betul banget....saya penasaran apa yg menjadi standar analisa (CRM) virus covid untuk tes PCR...sunggung kebohongan yang terorganisir

  43. Jullio See

    Jullio See7 hari yang lalu

    Update kasus Covid 22 Juli 2021 Kasus positif Covid-19 : 3.033.339 orang. Pasien positif Covid-19 yang sembuh: 2.392.923 orang. Pasien yang meninggal karena Covid-19 di Indonesia: 79.032 orang.

  44. Hamzah

    Hamzah7 hari yang lalu

    Sudah lebih dari setahun, apa media baru mengaggap perihal edukatif seperti ini penting ? ini yang harusnya dari taun lalu diangkat bukan nikahan atta halilintar...

  45. rinto_d

    rinto_d5 hari yang lalu

    btul

  46. GOPANG Ganti Oli Panggilan

    GOPANG Ganti Oli Panggilan7 hari yang lalu

    ternyata begini aslinya idport.info/award/video/d5FsrXh2qYi0raY 😡😡😡

  47. Nick Night XD :u

    Nick Night XD :u7 hari yang lalu

    ?

  48. tukang jamu channel

    tukang jamu channel7 hari yang lalu

    Gag bermanfaat buat saya

  49. Helmi ZrGaming

    Helmi ZrGaming7 hari yang lalu

    Yang ngakk punya pcr sabar.....

  50. ramisah h

    ramisah h7 hari yang lalu

    Biasanya, untuk mengetahui penyakit yang disebabkan mikroorganisme seperti virus, bakteri, protista, dan lainya yang diambil itu sampel darah. Kalau pakai cairan tubuh seperti liur, biasanya untuk tes DNA.

  51. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    tergantung virus/bakterinya nyerang bagian apa gan/sis kalo di bagian pernafasan, sample dr hidung kalo di pencernaan, sample bs diambil dari tinja. virus HIV? pasti dari darah. meningitis? dari cairan otak serem ga tuh

  52. ramisah h

    ramisah h7 hari yang lalu

    Jadi alat ini untuk menentukan tinggi rendahnya DNA dalam cairan sampel? Tapi, setau kita, virus dari golongan coronaviridae gak memiliki DNA, yang ada cuma RNA, lho!

  53. Rio Saputra

    Rio Saputra6 hari yang lalu

    Pernah dengar reverse transcription PCR? RNA virus dirubah terlebih dahulu menjadi DNA menggunakan enzim reverse transcriptase sebelum digandakan. RNA tidak stabil dalam suhu tinggi.

  54. Zakie Abdullah

    Zakie Abdullah7 hari yang lalu

    Penemu PCR aja bilang gak bs indetifikasi virus..tapi WHO membenarkan penggunakan PCR...lan aneh sedangkan RNA corona sama dengan RNA manusia lhoo anehkan

  55. ervin

    ervin7 hari yang lalu

    CT value tidak semerta menjadi acuan orang itu sakit ringan sedang atau berat. Harus tetap di pair dengan pemeriksaan fisik dan penunjang lain (hematologi,kimia darah sd rontgen bila diperlukan). Konsultasi saja dengan dokter anda

  56. Winda Octavia

    Winda Octavia8 hari yang lalu

    Yg saya mau tanyakan, tlg siapa yg bisa bantu dijawab pertanyaan saya ya.. Bulan lalu Suami saya mau penerbangan ke Kalbar jadi harus pakai test PCR. Saya pergi ke klinik dengan 900rb, hasilnya CT 35 dan hasilnya positif, ya gak bisa terbang dong dengan surat seperti itu, dan saya juga gak.yakin suami.saya positif,.katanya.suami.saya.otg. Karena sama sekali.gak.ada.gejala apapun pada dirinya, dan malam itu juga saya ambil second.oppinion pergi pcr ke.rs.yg ada.info.sama saya hasilnya lebih akurat dan harganya 1,3. Besoknya hasil.keluar dan hasilnya negatif. Yg jadi pertanyaan saya apakah alat pengukuran PCR ini.punya Standart pengukuran yg sama atau berbeda ya untuk setiap alatnya yg dimiliki klinik atau RS?, yg saya takutkan bisa2 hasil PCR ini gak sama.setiap.RS atau klinik tempat kita periksa. Apa mungkin virusnya hilang secepat itu hanya dalam beda waktu 2 hari? Padahal.suami.saya juga gak.jaga2 kesehatan banget dan gak.minum.vitamin juga setelah kita PCR yg pertama karena kita gak berfikir hasilnya positif.

  57. Winda Octavia

    Winda Octavia6 hari yang lalu

    @Okta Krisaditya hehehe.. mungkin juga ya. trimakasih untuk informasi dan masukkannya. mudah2 an kita semua sehat2 selalu dan terjauh dari virus covid ini ya. 🙏

  58. Winda Octavia

    Winda Octavia6 hari yang lalu

    @aqua galonpangalengan oh iya pak.. Maksih ya pak infonya 🙏

  59. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    saya jg bukan orang medis tp mungkin mau respon dikit ya Bu. jadi hasil beda mungkin karena: 1. batas alatnya berbeda. ada alat yg batas 35, menganggap ct 35 itu negative. ada alat yg batasnya 40, ct 35 berarti masih positif, ct 40 baru negative. 2. masalah sample. bisa saja kasus negative karena pengambilan samplenya kurang baik, dalam hal ini, swabnya kurang dalam atau kurang kena hidung bagian dalam (ngambang). 3. mungkin saja memang dalam waktu 2 hari itu virusnya sudah mati, karena sudah waktunya mati. manusia jg bisa begitu kan, paginya masih hidup, siangnya sudah meninggal, padahal ga sakit, ga kecelakaan. mungkin memang suami ibu lagi 'disuruh' jangan pergi dulu, nemenin keluarga dulu di rumah, jangan kerja mulu.

  60. aqua galonpangalengan

    aqua galonpangalengan7 hari yang lalu

    maaf ibu,saya juga orang awam tapi mungkin ibu bisa cari disitus resmi who atw yg terkait dengan ini untuk yg salah satunya di unggah oleh institute pasteur urutan genetik covid,kalau untuk mempertanyakn di cocokam denganyg mana mungkin ibu coba tanya ke dokter nya,karena saya kurang paham untuk itu

  61. Winda Octavia

    Winda Octavia7 hari yang lalu

    @aqua galonpangalengan makasih infonya pak. Tapi kira2 gimana pak.solusi.kita yg sebagai orang awam, misalnya kita setuju dengan pcr yg pertama, otomatis suami.saya paling tidak isolasi.mandiri dan mungkin saya akan ke dokter untuk Konsul dan mungkin suami saya dikasih obat sama dikter, padahal t4 pcr yg kedua negatif. Jadi kira2 apa kita bisa.tanya.itu pak tentang genetik covid yg.mana yg dicocokkan SM.dokter.lab nya?. Atau apakah setiap.hasil.PCR dimanapun hasilnya selalu valid? Karena sejak.kejadian itu saya jadi kurang trust dengan hasil.PCR ini, padahal sekarang ini.kan PCR ini yg paling menentukan positif atau tidak. Maaf ya pak, kalau saya kurang paham.sebagai.org awam

  62. Pether Huang

    Pether Huang8 hari yang lalu

    Penjelasan doktermya terlalu tinggi ... Yg simple2 aja dok... CT brp yg bagus, CT brp yg d anggap OTG dll

  63. regan arzha ghiffari

    regan arzha ghiffari6 hari yang lalu

    @ilyas pandu klo saya nggk berani berasumsi karena bukzn di bidang nya... Indonesia nggk kekurangan orang pinter tp kekurangan orang jujur

  64. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    ​@Bagas Skywalker CT rendah memang ada covid, banyak malah, tp belum tentu ada gejala, bisa jg ada gejala. CT rendah bisa gejala bisa OTG. CT tinggi jg bisa gejala, bisa OTG jg. maka dari itu CT ga bs dijadikan patokan parah tidaknya pasien. itulah yg ane maksud CT ga ada hubungan sama OTG. kalo umpama masih belum ngerti, gini aja analoginya: orang pinter bisa kaya, bisa miskin orang bodoh jg bs kaya, bisa miskin berarti pinter/bodoh ga ada hubungan sama kekayaan.

  65. ilyas pandu

    ilyas pandu7 hari yang lalu

    @regan arzha ghiffari nah itu yg buat virus ini menjadi kontroversi masa setelah 2 tahun gak ada yg menjadi patokan resmi menganai kebijakan virus.

  66. regan arzha ghiffari

    regan arzha ghiffari7 hari yang lalu

    @ilyas pandu td makanya saya bilang tergantung alatnya batas valuenya brp... Kan ada yg 35..36..38..40...klo saya pake yg batas 35..ya sy negatif.. Beda tempat beda batas valuenya om.. Tergantung alatnya

  67. ilyas pandu

    ilyas pandu7 hari yang lalu

    @regan arzha ghiffari tapi itu diatas bilang kalo CT value-nya 35 dianggap negatif

  68. Edison Sirait

    Edison Sirait8 hari yang lalu

    @ Eka Megantara, tolong bantu tanyakan pada dokter Tonang, apakah dibenarkan jika ada rumah sakit tempat kita dirawat tidak memberikan hasil Lab PCR pasien? Hanya sekedar memberi tahukan bahwa kita masih Positif atau sudah Negatif saja. Apakah bukannya pasien punya hak, dan rumah sakit punya kewajiban memberikan informasi yang valid?

  69. ilyas pandu

    ilyas pandu7 hari yang lalu

    Seharusnya gak boleh gitu tuh

  70. M Samsi

    M Samsi8 hari yang lalu

    Ini rezim hrs cpt di ganti biar gxda lg isu corona. Biar rakyat kembali makmur.

  71. Asis Egor

    Asis Egor8 hari yang lalu

    Terlalu jauh pak saya langsung memahami soal hasil CT Value...baiknya kami yg tidak sekolah ini paham sedikit prosedur awalnya .. Benarkah sampel swab cairan dari tenggorokan atau hidung ada sel hidung, exosom, bisa ada bakteri, virus, dll? Apakah RNA atau DNA yg dimasukan/diproses ke dalam mesin PCR itu RNA virus?

  72. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    @Inven Mr wah kalo ini ane ga tau gan, ane cuma tau yg umum2 aja, yg spesifik masalah corona ga paham.

  73. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    @Toni setauku ga ada pemurnian gan. tapi sample yg diambil itu dikasih reagen untuk mengembangbiakkan virus tertentu. kalo reagen untuk covid, virus corona akan berkembangbiak, virus/bakteri lain ga akan ngefek. kalo reagen lain virus lain, corona jg ga akan berkembang biak. setelah bbrp kali proses, kemungkinannya ada 2: 1. jumlah virus melebihi batas, dianggap positif 2. jumlah virus dibawah batas, dianggap negative hampir sama lah dengan ngecek golongan darah kalo dikasih anti-A darah menggumpal, brarti gol darah A. kalo dikasih anti-B menggumpal, brarti darah B. kalo dua-duanya menggumpal, brarti AB kalo ga menggumpal sama sekali, brarti 0.

  74. Inven Mr

    Inven Mr7 hari yang lalu

    @Okta Krisaditya hmm, CRM virus covidnya pakai apa? kok gak ada yg publish

  75. Toni

    Toni7 hari yang lalu

    @Okta Krisaditya Nah ini mas masalahnya, yang diambil ini sampel dari hidung kan, lah di hidung ini pasti ga hanya virus yg disangka 'covid' tapi pasti ada bakteri ataupun mikro organisme yg lain? apakah setelah diambil dulu apakah ada pemurnian dulu untuk virusnya atau bagaimana biar tau kalo emang yg diambil ada virus tersangka si 'covid' ini?

  76. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya7 hari yang lalu

    numpang jawab ya gan ane ga paham apa pertanyaan yg pertama, mungkin bisa dijelaskan lg biar ane paham pertanyaan kedua, yg diproses adalah sample yg diambil dari hidung bagian dalam. nah sample itu diproses agar virusnya berkembang biak. petugas medis sudah menentukan batasnya, brp banyak virus yg berhasil dikembangbiakkan salama proses itu. setelah 40 kali proses (kalau cut-offnya 40, bbrp lab punya cut-off berbeda), kalau virusnya belum melebihi batas, maka dinyatakan negative. kalo virusnya melebihi batas setelah 32 kali proses, brarti CTnya 32.

  77. M Samsi

    M Samsi8 hari yang lalu

    Corona selalu menjadi alasan supaya rakyat mahasiswa gx boleh kumpul tw demo..

  78. the gurl.

    the gurl.8 hari yang lalu

    bahasa yang dokter gunakan kurang sederhana untuk orang awam, tolong dikurangi istilah medis agar lebih mudah penangkapan oleh masyarakat umum. mungkin dari anchornya juga bisa lebih mengarahkan atau menanyakan ulang lagi kepada narasumber untuk arti dari istilah-istilah rumitnya

  79. toniabdul azis

    toniabdul azis8 hari yang lalu

    Kasian y Allah orang sehat di colok colok,namanya alat bisa positif bisa negatif,di situ membingungkan CT nya kecil belum tentu timbul gejala yg signifikan,sedangkan yg CT nya tinggi malah lebih timbul gejala signifikan itulah alat

  80. zitronentee

    zitronentee8 hari yang lalu

    CT value itu bukan jumlah virus yang ditemukan. Ceritanya gini, PCR itu bekerja dengan mengamplifikasi secara berulang-ulang sampai 40-50 kali siklus (cycle). Jadi, kalau indikator covid-19 sudah bisa baca (misalnya) pada siklus ke 12, berarti CT value-nya 12, dan berarti jumlah virusnya lumayan banyak karena cepat terdeteksi. Sedangkan kalau indikator covid-19 baru bisa baca (misalnya) pada siklus ke 39, berarti CT value-nya 39, dan berarti jumlah virusnya sedikit karena lama terdeteksi. Kalau indikator covid-19 ga ketemu virus setelah 40-50 siklus, berarti memang ga ada virus dan pasti negatif.

  81. Pardesa Himada

    Pardesa Himada8 hari yang lalu

    Apasih, ga jelas... Gua itu bodoh tpi liat komenlu ini gua jdi merasa pinter njirr.. Prnarikan ksimpulan macam apa ini...

  82. gary li

    gary li8 hari yang lalu

    Terima kasih ilmunya dr. Tonang 👃👃👃

  83. Fazriansyah

    Fazriansyah8 hari yang lalu

    mana fakta dokumen bahwa indikator tes dibuat berdasarkan virus yang sudah memenuhi pembuktian sebab akibat dengan penyakit covid ??

  84. Pardesa Himada

    Pardesa Himada2 hari yang lalu

    @World Channel klo gua jelasin bkal kyk kuliahan, kuliah ga gratis blog, klo gw dpt untung bru gpp dah

  85. World Channel

    World Channel2 hari yang lalu

    @Pardesa Himada lu muter2 kaya abu janda blog jawab aja kenapa gak usah muter2.. itu sebab akibat gak bisa dibuktikan jangnan muter2 blog jawab aja bisa ga

  86. Pardesa Himada

    Pardesa Himada7 hari yang lalu

    @Fazriansyah budayakan baca baca bacalah.. Bukan koar koar mnybr fitnah cil

  87. Pardesa Himada

    Pardesa Himada7 hari yang lalu

    @Fazriansyah kn ad jurnalny silakan cari.. Pake bahasa inggris yaa

  88. Fazriansyah

    Fazriansyah7 hari yang lalu

    @Pardesa Himada gua mau tanya penentuan spesies baru covid itu, penelitian tgl berapa ?? dimana ??

  89. Masa Depan

    Masa Depan8 hari yang lalu

    Semua wajib Prokes dan bersabar..... semoga pandemi cepat berlalu

  90. Milky Way

    Milky Way3 hari yang lalu

    Tiap tahun, vaksin. Tiap mutasi, vaksin. Tiap naik haji/kluar negri, vaksin. Ini vaksin apa narkoba ?? Sudah vaksin msh positif+infeksi ?? ~Search & research, check & recheck.

  91. Jawahirul Mihan

    Jawahirul Mihan7 hari yang lalu

    Gk bakal berlalu yakin aja. Nanti nambah lagi

  92. H. Dani Amuntai

    H. Dani Amuntai8 hari yang lalu

    Diam lah di rumah jika mau mati kelaparan. Mati di bungkus ala-ala covid

  93. Nick Night XD :u

    Nick Night XD :u7 hari yang lalu

    Ohh kalo begitu kamu hisap napas orang yang kena covid.

  94. Gundala Petir

    Gundala Petir8 hari yang lalu

    Angka CT nya apa pasti untuk pengecekan virus covid saja? Apa bisa virus lain juga bisa terdeteksi? Kalau bisa terdeteksi berarti virus influenza juga bisa terdeteksi ya.

  95. manuel tamaela

    manuel tamaela7 hari yang lalu

    PCR bisa buat yg lain juga, ky sakit TBC juga di tes PCR. semua tergantung di reagen nya mau pake apa, PCR cuma cara pemeriksaan nya doang jadi ga bisa ketuker

  96. Gundala Petir

    Gundala Petir7 hari yang lalu

    Tp semoga kebijakan yg diambil lebih dipikirkan lebih matang lagi. Soalnya banyak masyarakat yang terdampak karena kebijakan tersebut. Dan semoga herd imunity semakin cepat terjadi. Sehingga gak takut LG dengan angka positif yg meningkat.

  97. Gundala Petir

    Gundala Petir7 hari yang lalu

    Sip master2, mulai cukup ngerti soal nya saya hanya orang awam.

  98. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya7 hari yang lalu

    jadi gini untuk lebih jelasnya gan masing2 virus punya reagen sendiri2 reagen ini adalah zat yg memicu terjadinya reaksi (bisa reaksi kimia, fisika, atau biologis) dalam hal ini reagen ini untuk mengembangbiakkan virus. kalo di dalam sample ada virus A, B, C, D dan diberi reagen C, maka virus A, B, dan D ga akan bereaksi, cuma virus C yg bereaksi.

  99. zitronentee

    zitronentee8 hari yang lalu

    @Pardesa Himada Maksud saya, kalaupun ketuker, hasil di lapangan pasti keliatan kacau, dimana banyak korban ga tertolong karena salah analisa yang tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.

  100. sagero me

    sagero me8 hari yang lalu

    kenapa saya beberapa kali tes PCR di sebuah RS ,di kertas hasil nya menyatakan Postif atau tidak saja tanpa ada nilai CT, Tes PCR menggunakan RT PCR. bgmna caranya kita tahu nilainya jika di kertas hasil dri RS tidak ada nilai CT nya

  101. zitronentee

    zitronentee7 hari yang lalu

    @sagero me Iya. Musti nanya langsung ke lab. Setahu saya sih, lab swasta seperti Pramita Lab, Prodia, Cito kasih angka PCR kalau positif. Angka itu penting lho untuk tahu proses kesembuhan. Kalau tes antigen ga ada angka lho ya.

  102. sagero me

    sagero me7 hari yang lalu

    @zitronentee tpi di kertasnya cuma kata2 saja positif atau tidak gan, apa harus minta detailnya ke lab RS nya ya

  103. zitronentee

    zitronentee8 hari yang lalu

    Kalau memang ga ada virusnya, ga ada angkanya, karena indikator ga bisa baca. Kalau indikator bisa baca dan keluar angka, bisa berarti : - positif, dengan CT < 38 - negatif dengan CT > 38, berarti virusnya masih ada, tapi masih ringan : entah baru saja kena dan badan masih cukup kuat, atau baru saja sembuh.

  104. candra putra

    candra putra8 hari yang lalu

    goreng terus berita nya, rakyat mati kelaparan,, tidak jelas.

  105. Abdul Solihin

    Abdul Solihin8 hari yang lalu

    Hhhhh

  106. Random guy

    Random guy8 hari yang lalu

    Kenapa CT value bisa naik turun

  107. Pardesa Himada

    Pardesa Himada6 hari yang lalu

    @Okta Krisaditya hehe iya sorry yaa, habis masih emosi sama org" yg gk prcy adany corona...

  108. Okta Krisaditya

    Okta Krisaditya6 hari yang lalu

    @Pardesa Himada slow gan/sis. tugas yg lebih tahu adalah ngasih tahu ke orang yg kurang tahu. tp kalo ngasih tahunya dilemparin, bakal ancur itu tahu, jadi sia-sia. berikannya tahu dengan cara baik2 kalo kita udah ngasih tahu dgn cara baik2 dan mereka masih ga mau dikasih tahu karena lebih suka tempe, ya tahunya kita makan sendiri aja. begitu gan/sis.

  109. Pardesa Himada

    Pardesa Himada7 hari yang lalu

    Klo logika lu di pake lu gak bakal kbingungan bahas knp bisa naik turun

  110. Pardesa Himada

    Pardesa Himada7 hari yang lalu

    @Random guy logikanya dipake bang

  111. Random guy

    Random guy7 hari yang lalu

    @Pardesa Himada gak masuk kmu bahas beginian gak nyambung, mending tidur saja sana

  112. Ketan09 Srkoyo

    Ketan09 Srkoyo8 hari yang lalu

    Mana hasil fotonya stlh diZoom.Apakah wujud kopit yg ada diindonesia wujudnya spt tuyul kribo

  113. Nusantara Indonesia

    Nusantara Indonesia8 hari yang lalu

    kenapa gak ngangkat dr kemarin sebelum delta melanda?

  114. roeret

    roeret8 hari yang lalu

    bukti sdh terlihat jelas di depan mata.., mau ini penyakit hasil konspirasilah, dijadikan ladang duit oleh siapalah, vaksin ini itulah & apapun argumen negatif lain, silahkan saja.., tapi tetaplah BERPIKIR WARAS BAHWA PENYAKIT INI MMG ADA, NYATA, JELAS & BERBAHAYA... (lbh baik kita waspada drpd lengah, lbh baik kita menjadikan manusia cerdas drpd GOBLOK)

  115. roeret

    roeret7 hari yang lalu

    dibalik mas @Toni pertanyaannya; "jika tidak terkena covid, mungkinkah kormobidnya tidak bereaksi berlebihan sehingga menimbulkan keparahan pd penderitanya yg akhirnya mengakibatkan kematian?" dan coba mas toni cari literasi terakhir ttg perkembangan covid saat ini.., ternyata saat ini tidak hanya yg usia lanjut & kormobid saja yg bisa mengalami keparahan jika terpapar penyakit ini, krn virusnya sdh mulai banyak bermutasi dr awalnya.., jd drpd kita meributkan virus/penyakit ini dgn argumen2 penolakan.., lbh masuk akal & bijak adalah kita waspada, eling & ber-hati2.., jangan smp kita disadarkan dgn kenyataan yg mmg ada tapi selalu kita tolak dgn cara terpapar penyakit ini, krn nyatanya mmg banyak CARA TUHAN UTK MENYADARKAN KITA DR KESOMBONGAN...

  116. roeret

    roeret7 hari yang lalu

    @ilyas pandu kembali lagi mas.., mau smp merasa spt dikhianati, mau smp merasa spt dibodohi.., percaya virus/penyakit ini ada tapi spt ada mksd terselubung.., pertanyaannya; "terus mau gimana dgn kondisi spt itu?" apa mau ngamuk? mau demo2 trs tiap hari? mau teriak2 jokowi lengser? atau mau apa smp akhirnya negeri ini bener2 kolaps? nyatanya itu tadi.., dr dulu jaman raja2, penjajahan, kemerdekaan, orla, orba smp skrg katanya jaman reformasi.., yg namanya ada musibah pasti disitu ada juga yg senang, senang apapun dgn cara apapun.., toh pd kenyataannya virus/penyakit ini ga urus dgn masalah dikhianati, dibodohi, mksd terselubung, konspirasi, vaksin ini itu atau apapunlah masalah lain.., virus/penyakit ini tetap mencari media dimana dia bisa hidup spt penyakit2 yg lain, yg pd akhirnya tetap kita diminta utk berpikir CERDAS...

  117. Toni

    Toni7 hari yang lalu

    @roeret Yakin kah yang meninggal karena kofit? bukan karena penyakit bawaan/komorbidnya yang tidak di sembuh kan dahulu?

  118. ilyas pandu

    ilyas pandu7 hari yang lalu

    @roeret mereka berpikir rasional kok. Prokes pun ditaati tapi kok mereka seperti dikhianati terlebih sampai merasa dibodohi. mereka percaya virus ini memang ada tapi ada maksud terselubung.

  119. roeret

    roeret7 hari yang lalu

    mas @ilyas pandu.., sejak jaman dulu, di mana².., jika ada kesusahan, juga ada kesenangan.., mgkn bukan hanya SBMPTN saja, tetapi di bidang lain apapun juga ada orang² yg berusaha mencari keuntungan di atas susahnya orang lain... tapi kembali lg, apakah krn hal yg anda sebutkan itu, lalu menjadikan kita utk tdk percaya dgn kondisi saat ini? lalu krn kesal terutama mgkn para calon mahasiswa, jd tdk patuh himbauan prokes covid-19? dlsnya hal yg kontra terhdp masalah yg sebenarnya terjadi.., intinya, apapun kita tetap mesti berpikir CERDAS & JGN SEBALIKNYA... 👍🙏

  120. Ahmad fajar Sodiq

    Ahmad fajar Sodiq8 hari yang lalu

    bosan

  121. saprol jr

    saprol jr8 hari yang lalu

    Gk perlu paham cukup diam aja

  122. Christine Indrawati

    Christine Indrawati8 hari yang lalu

    Pak Al selama Amanda menjaga maminya sakit, Al jgn gunakan kesempatan bersama Katherin ya. Amanda sedang hamil sebetulnya tdk boleh sambang maminya, krn covit penyakit yg mematikan.

  123. Christine Indrawati

    Christine Indrawati8 hari yang lalu

    Hati2 ketularan mami dan papinya ya, kasihan janin yg dikandung.

  124. BMI

    BMI8 hari yang lalu

    saya emosi dengen penelepon pertama

  125. Imam Dinul

    Imam Dinul8 hari yang lalu

    Aku heran penemu PCRnya aja gak menyarankan alat temuannya digunakan mendeteksi virus.

  126. World Channel

    World Channel2 hari yang lalu

    @eka megantara dalam sample pasien itu ada banyak makhluk mikro ada jamur, bakteri, sel imun, virus juga banyak macam2 bukan cuma satu, seharusnya di teliti dulu makkhluk mana yang menyebabkan penyakit menular, kalo asal comot dan asal tuduh, tanpa dilakukan sebab akibat, maka indikator tes pasti meleset terus. yang gak sakit di bilang sakit, dan fucksin sudah pasti salah sasaran, plandemi tak akan pernah selesai. that its kary mulis

  127. World Channel

    World Channel2 hari yang lalu

    @eka megantara ghoblok penemunya alatnya gak direkomendasikan blog buat test virus.. kalo ilmu iptek maju ya bikin alat baru blogggg... penemu nobel loe remehin loe siapa tod cuman bisa tiduran rebahan doang

  128. Pecinta Puisi Emha

    Pecinta Puisi Emha3 hari yang lalu

    pertanyaannya simple, kenapa PCR dipakai pendukung pandemi setelah DR.Kary Mullis meninggal 5 bulan sebelum PBB menyatakan kopid 😀😀😀

  129. Imam Dinul

    Imam Dinul5 hari yang lalu

    @regie ahmad ente gak nyambung bang, apa adanya yang ane rasain.

  130. regie ahmad

    regie ahmad5 hari yang lalu

    @Imam Dinul jangan takabur bang..mungkin ente bersyukur diberikan daya tahan tubuh yg bagus sehingga bisa selamat dari virus dengan mengatakan lebih menyakitkan jika sakit gigi..memang benar bagi sebagian orang bersifat flu biasa tapi belum tentu bagi saudara kita yg lain..yg fisik nya lemah, yg punya penyakit bawaan seperti asma, gula ,jantung dsb, yg lanjut usia dll itu jika terkena resiko nya lebih tinggi..kalau kita menganggap sepele dan cenderung egois akan timbul sikap abai dan secara tak langsung menimbulkan sikap kurang peduli dgn yg lain..lebih dari 500 dokter kita meninggal bahkan jumlahnya ribuan beserta tenaga medis lain.. bahkan yg meninggal saat isolasi mandiri karena tak dapat rumah sakit pun tak terhitung banyaknya..tiap hari ada kabar duka yg diluar biasa itu pertanda tiap orang punya resiko..meski tingkat resiko masing orang beda2

  131. Gatot Andawanto

    Gatot Andawanto8 hari yang lalu

    Informasi singkat tertulis, penerapan Test Covid-19 terkait CT Value: * Test PCR adalah tes diagnostik untuk deteksi penyakit yang baru muncul sebagaimana Covid-19. * Test PCR menggunakan analisis suhu leleh fragmen DNA. * Test PCR menggunakan metode pewarnaan genetik DNA. * RT-PCR adalah pemeriksaan yang mengambil sampel swab cairan hidung dan tenggorok. * Sampel RT-PCR dilakukan amplifikasi (perbanyakan) dan konversi (pengubahan) genetik target (Covid-19) dari RNA menjadi DNA menggunakan mesin sinyal fluoresensi. * Proses amplifikasi dilakukan berulang 40 siklus hingga jumlah sinyal fluoresensi mencapai nilai yang dapat diinterpretasikan sebagai hasil yang disebut cycle threshold value (CT Value). * Semakin tinggi angka pada CT Value, maka semakin sedikit konsentrasi virus pada sampel tubuh pasien, sebaliknya semakin rendah angka pada CT Value, maka semakin banyak konsentrasi virus pada sampel tubuh pasien. * Berdasarkan kasus Covid-19: ~ CT Value ≥ 35 negatif (tidak timbul infeksi) ~ CT Value 25 s/d 34, riskan (isolasi mandiri) ~ CT Value ≤ 24 positif (butuh perawatan)

  132. zitronentee

    zitronentee3 hari yang lalu

    @Pecinta Puisi Emha Indikatornya yang beda. CT (cycle threshold) kan jumlah siklus amplifikasi. Coba cari di google. Prinsipnya mirip dengan alat cek gula-kolesterol-asam urat (cek di tokopedia : Easy Touch GCU). Alatnya sama, tapi kalau mau cek spesifik, harus ganti test strip karena indikatornya beda. Tolong sebelum tanya, sedikit cari di google. Cari cara kerja alatnya. Kalau ga bisa bahasa Inggris, pakai google translate.

  133. Pecinta Puisi Emha

    Pecinta Puisi Emha3 hari yang lalu

    lhaya ini kan utk deteksi CT semua jenis virus. mana indikator yg menunjukkan pasien tsb terinveksi virus jenis apa?? virus kan banyak jenisnya...😀😀😀. VIRUS KAN BUKAN HANYA COPID 😀😀😀, tapi anehnya begitu value CT dinyatakan +, maka d anggap terinveksi Kopiiid 😀😀

  134. afarna med

    afarna med5 hari yang lalu

    Excellent, spt nya mas ini ahli molekuler

  135. Fazriansyah

    Fazriansyah7 hari yang lalu

    @bill bit iya mental di jajah nurut sama penjajah

  136. zitronentee

    zitronentee7 hari yang lalu

    @bill bit Atau Anda aja yang ga mau tahu?

  137. Ketut Surya

    Ketut Surya8 hari yang lalu

    Metro group paling getol .... Bombardir masyarakat dg berita covid , u don't have any smart ide ?

  138. sopo jarwo

    sopo jarwo8 hari yang lalu

    @Ketut Surya Terus kenapa lu masalah? Gua aja yg percaya ga percaya covid biasa aja. Ini bukan negeri mafia, lagi dikuasai mafia kebo iya. Pengelolaan kebijakan terburuk semenjak partai kebo.

  139. Ketut Surya

    Ketut Surya8 hari yang lalu

    @Fabianus Wiradi .yes I m a agree 👍

  140. Ketut Surya

    Ketut Surya8 hari yang lalu

    @LyntopherCo ...open u re eyes n respect

  141. Ketut Surya

    Ketut Surya8 hari yang lalu

    @acount 01 ... Tv lokal SDH sy skip dan delete 😀

  142. Ketut Surya

    Ketut Surya8 hari yang lalu

    @sopo jarwo ....not for me , negeri mafia

  143. Ryu Sena

    Ryu Sena8 hari yang lalu

    tas tes tas tes, udah mbayar mahal sembuhnya kapan

  144. Konspirasi Channel

    Konspirasi Channel8 hari yang lalu

    AMERIKA DALANG DI BALIK VIRUS CORONA, G0BL0K YG GAK PERCAYA COVID idport.info/award/video/gY-DrIqqn6KQfIQ

  145. bondan 2

    bondan 28 hari yang lalu

    9:06 kaget gua wkwkwk

  146. Dina Lestary

    Dina Lestary8 hari yang lalu

    Bima arya apa g sadar emang ada yg di rugikan rs umi kan emang dr boleh tidk ksh tau penyakit pasien ad uud nya ..hbb rijiq emang penjahat rampok uang negara kan bukaan ...apalg .alesan nya skrg kita tunggu aja deh Pembalsan orang zoliim tujuh turunan akan kena ..

  147. nic pace

    nic pace8 hari yang lalu

    Mending klo mau post video soal covid yang kaya gini aja, ada gunanya, orang jadi paham dan belajar bukan cm takut doank

  148. eka megantara

    eka megantara8 hari yang lalu

    atau bisa juga dipake denial ketika dapet hasil pcr yg tidak sesuai dengan yg diinginkan

  149. Dhe Bruiggs

    Dhe Bruiggs8 hari yang lalu

    Tugas media besar meluruskan pemberitaan yg selama ini salah yg efek buruk non fisik jauh melebihi dampak fisik/klinis nyata pada tubuh manusia. Juga wajib meluruskan pemberitaan yg dapat meredam gejolak kepanikan masyarakat yg demikian parah dan dahsyat sampai pada level kehancuran ekonomi dan sosial politik negara. Sudah setahun lebih media besar membuat berita covid yg timpang atau kurang berimbang shg menimbulkan ketakutan dan kepanikan berlebih... Hayoo media besar mengaku salah dan segera tobat nasuha, jgn bernafsu meneruskan lagi. Perbaiki content berita dan edukasi masyarakat dgn berita tentang covid yg jujur dan menyejukkan hati. 😊😊

  150. Pardesa Himada

    Pardesa Himada8 hari yang lalu

    Suara lo gak didenger, tau knp? Omkos soalnya...

  151. Irandi Putra Pratomo

    Irandi Putra Pratomo8 hari yang lalu

    Ya waspada & bertindak boleh, panik ya jangan. Klo gak nyaman, nonton kartun aja. Ini contohnya idport.info/award/video/m4ec0JSapLHSepA

  152. mr F

    mr F9 hari yang lalu

    Kok ga debat ama dokter louis yg katan dokter louis dia bisa bikin alat itu positif menjadi negatif cuma di kerjain beberapa menit 🤔

  153. LyntopherCo

    LyntopherCo8 hari yang lalu

    Menurut pendapatku harusx ada cara merecord hasil PCR valid sehingga tidak ada masyarakat yang merasa "di-covid kan". Seharusnya alat PCR harus kalibrasi dan disertifkasi secara berkala.

  154. Hairen Shah

    Hairen Shah9 hari yang lalu

    Nak menyelesai virus ke mahu mencari angka bilangannya. Saya mahu virus antibody menjadi aman jangan menganasnya. Jika anda ade kelemahan antibody maka ini yang kita perlu beri kekuatan agar bisa menjadi tenang dan aman. Contoh cuba air dalam gelas dituang penuh maka akan menjadi melimpah begitu juga antibody boleh menjadi kemarahan menganas tidak terkawalnya. Persoalan jangan cerita bagaimana anda berkerja untuk ape yang kami mahu bagaimana untuk kawal virus antibody menjadi aman boleh berkerja tidak bermutasi lagi.

  155. Bhuana Bali

    Bhuana Bali9 hari yang lalu

    Antre? Jgn smpe peti kosong! Bkn kmi tdk prcaya covid,tp yg menjijikkan permainan pendosa permainan maling berdasi yg megang jabatan srta kkuasaan!

  156. Chandra Arifin

    Chandra Arifin9 hari yang lalu

    Terimakasih dr. Tonang untuk ilmunya

  157. edy prasetyo

    edy prasetyo9 hari yang lalu

    coba mencium duit 1 m, pasti terasa

  158. Richard Agus

    Richard Agus9 hari yang lalu

    Jelas

  159. Takur Takur

    Takur Takur9 hari yang lalu

    Mendengar suaranya dr tomang sudah seperti minum puyer sakit kepala, sejuk damai

  160. idobiswo one

    idobiswo one8 hari yang lalu

    seperti makan babi any!ng, trasa damai